Ada yang percaya bahwa seorang pria bisa bersahabat dengan seorang wanita. Namun tak sedikit yang percaya sebaliknya. Lalu apakah yang ku percayai tentang hal ini?
Aku adalah seorang anak yang sangat dekat dengan ibunya. Curahan hatiku jauh lebih banyak, atau bisa dikatakan hampir semua tercurah kepada ibuku. Sang wanita pertama yang ku kenal sebagai sahabatku. Perlahan dari pertumbuhanku, aku begitu menikmati persahabatan dengan sosok wanita. Seperti halnya terhadap ibuku. Begitu menikmati bagaimana aku mengeluarkan opiniku dengan begitu santai. Seperti halnya sahabat yang saling support satu sama lain. Ini membuatku merasa bahwa persahabatan seorang pria dan wanita adalah layak.
Hingga datang kisah cintaku yang pertama. Bukan cinta monyet yang ku maksud, namun benar-benar cinta dengan komitmen. Setidaknya dulu aku berpikir demikian. Dalam kisah ini, aku sangat banyak belajar tentang arti pertemanan, sahabat, dan cinta. Aku melihatnya menjadi sebuah pelajaran bukanlah pada masa tersebut, melainkan pada saat ini. Di sana, bisa di bilang kisah ini cukup banyak dengan drama picisannya. Dengan kisah cinta segitiga, seorang teman wanita yang tidak menyukai hasil akhir dari cinta segitiga tersebut. Sampai drama-drama abg yang jika diingat sangat lucu sekali.
Yang akan di ceritakan bukan lah drama-drama itu. Karena disana aku memiliki sahabat wanita. Tentu dengan sangat mudah seberapa banyak aku bercerita tentang masalahku, dan dia memberikan pendapatnya. Serta sebaliknya. Di sinilah permasalahan muncul. Perasaan suka, kagum bahkan sampai perasaan tidak ingin kehilangan timbul begitu saja. Apakah begitu saja? Tentu tidak. Pepatah jawa mengatakan "Jalaran Trisna Saka Kulina - Buah Cinta Karena Terbiasa". Ya kurasa inilah penjelasan yang paling mendekati.
Ada yang mengistilahkan "sahabat jadi cinta". Padahal disetiap kata sahabat pasti ada cinta. Hanya saja ada kadarnya. Sepeti kadar cinta orang tua terhadap anaknya, kakak terhadap adiknya, teman terhadap temannya. itu memiliki kadar yang berbeda-beda. Lalu kadar cinta dari seorang sahabat pria dan wanita?
Pria adalah makhluk yang sangat mudah jatuh cinta, atau setidaknya diriku. Bagiku, aku tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan kadar cinta tetap di level sahabat. Karena dari pengalamanku selama ini, aku merasakannya. Tidak Bisa.
Lalu jika pria mudah jatuh cinta. Bagaimana dengan setia? apakah pria mengabaikan setia? Jika pria memilih setia, apakah itu berarti dia tidak bisa memiliki sahabat wanita?
.....................................
Kita akan selalu memiliki sesuatu untuk di pelajari. Hidup ini menyenangkan. Nikmatilah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas waktu yang diluangkan untuk memberikan ulasan pada tulisan ini.