Terima kasih untuk waktu berharga kalian. Semoga tulisan dalam laman ini bermanfaat. Dan semoga anda bahagia.
Rabu, 21 Desember 2016
"Bersahabat" with her?
Aku adalah seorang anak yang sangat dekat dengan ibunya. Curahan hatiku jauh lebih banyak, atau bisa dikatakan hampir semua tercurah kepada ibuku. Sang wanita pertama yang ku kenal sebagai sahabatku. Perlahan dari pertumbuhanku, aku begitu menikmati persahabatan dengan sosok wanita. Seperti halnya terhadap ibuku. Begitu menikmati bagaimana aku mengeluarkan opiniku dengan begitu santai. Seperti halnya sahabat yang saling support satu sama lain. Ini membuatku merasa bahwa persahabatan seorang pria dan wanita adalah layak.
Hingga datang kisah cintaku yang pertama. Bukan cinta monyet yang ku maksud, namun benar-benar cinta dengan komitmen. Setidaknya dulu aku berpikir demikian. Dalam kisah ini, aku sangat banyak belajar tentang arti pertemanan, sahabat, dan cinta. Aku melihatnya menjadi sebuah pelajaran bukanlah pada masa tersebut, melainkan pada saat ini. Di sana, bisa di bilang kisah ini cukup banyak dengan drama picisannya. Dengan kisah cinta segitiga, seorang teman wanita yang tidak menyukai hasil akhir dari cinta segitiga tersebut. Sampai drama-drama abg yang jika diingat sangat lucu sekali.
Yang akan di ceritakan bukan lah drama-drama itu. Karena disana aku memiliki sahabat wanita. Tentu dengan sangat mudah seberapa banyak aku bercerita tentang masalahku, dan dia memberikan pendapatnya. Serta sebaliknya. Di sinilah permasalahan muncul. Perasaan suka, kagum bahkan sampai perasaan tidak ingin kehilangan timbul begitu saja. Apakah begitu saja? Tentu tidak. Pepatah jawa mengatakan "Jalaran Trisna Saka Kulina - Buah Cinta Karena Terbiasa". Ya kurasa inilah penjelasan yang paling mendekati.
Ada yang mengistilahkan "sahabat jadi cinta". Padahal disetiap kata sahabat pasti ada cinta. Hanya saja ada kadarnya. Sepeti kadar cinta orang tua terhadap anaknya, kakak terhadap adiknya, teman terhadap temannya. itu memiliki kadar yang berbeda-beda. Lalu kadar cinta dari seorang sahabat pria dan wanita?
Pria adalah makhluk yang sangat mudah jatuh cinta, atau setidaknya diriku. Bagiku, aku tidak memiliki kemampuan untuk mengendalikan kadar cinta tetap di level sahabat. Karena dari pengalamanku selama ini, aku merasakannya. Tidak Bisa.
Lalu jika pria mudah jatuh cinta. Bagaimana dengan setia? apakah pria mengabaikan setia? Jika pria memilih setia, apakah itu berarti dia tidak bisa memiliki sahabat wanita?
.....................................
Kita akan selalu memiliki sesuatu untuk di pelajari. Hidup ini menyenangkan. Nikmatilah.
Senin, 21 November 2016
Bimbang dalam diam
Dengan sedikit sisa-sia energi yang terkuras karena kesedihan...
Kesedihan terhadap ketidakmampuan menangani kesedihan itu sendiri...
Aku pernah merasakan begitu bergairahnya hidup yang kujalani...
Tapi selalu saja aku rasakan keterpurukan seperti ini...
Ini bukanlah mimpi buruk...
Ini adalah kenyataan hidupku...
Namun bagaimanapun keduanya sama...
Aku harus bangun darinnya untuk menghentikannya...
Aku harus bangkit...
Dengan sisa-sisa energi ini...
Ku berusaha kembali menggali makna...
Maknda dari langkah yang selama ini aku ambil...
Yang selama ini telah aku jalani...
Kenyataannya,,, aku masih bimbang dalam diam...
Selasa, 15 November 2016
Dingin
Siang itu hujan turun sangat deras...
Menggelegr suara petir begitu keras...
Meringkuk diriku di tepian...
Merasakan siang yang sngt gelap itu...
Betapa tidak...
Ku terbangun dari mimpi burukku...
Namun terperangkap dalam kegelapan yng lebih buruk...
Meringkuk diriku di tepian...
Kupeluk lututku dengan ketakutan...
Tak mampu berdiri...
Langit semakin gelap...
Hujan semakin deras...
Petir menyambarku...
Dan aku mati...
Dingin...
Dingin...
Dingin...
Jumat, 11 November 2016
Mimpi burukku berlanjut...
Hari ini aku tersentak.
Terbangun dalam kebingungan.
Apakah ini mimpi?
Atau aku memang benar terbangun?
Dunia ini seakan kembali semu.
Aku tak merasakan hembusan angin.
Aku tak merasakan hanganta mentari.
Apakah aku masih di dunia mimpi?
Aku tak ingat.
Selain kecemburuan ini.
Yang semakin menyiksaku.
Mimpi burukku berlanjut......
